Senin, 16 Januari 2017

KENALI TANDA STROKE AGAR TIDAK BERUJUNG FATAL

Stroke sebagai salah satu penyakit yang paling menakutkan karena hasil akhirnya yang bisa fatal baik meninggal dunia atau cacat tetap. Untuk itu penting bagi kita semua untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit stroke ini. Stroke Tercatat sebagai penyakit penyebab kematian nomor tiga dan menjadi penyebab utama kecacatan di dunia. Setiap tahun, tercatat 15 juta penduduk dunia terserang penyakit stroke. Dua per tiga diantaranya mengalami cacat fisik akibat stroke atau meninggal dunia. 

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan oleh Yayasan Stroke Indonesia, masalah stroke semakin penting dan mendesak karena kini jumlah penderita stroke di Indonesia terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia. Jumlah yang disebabkan oleh stroke menduduki  urutan kedua pada usia diatas 60 tahun dan urutan kelima pada usia 15-59 tahun. Stroke merupakan penyebab kecacatan serius no 1 diseluruh dunia. 
Stroke dapat menyerang setiap orang tanpa pandang bulu. Penyakit ini biasanya menyerang secara tiba tiba. Pengidapnya juga tidak sadar bahwa dirinya terkena stroke. Bukan berarti gejala stroke tidak bisa dikenali. 



Definisi Stroke 
Stroke merupakan suatu penyakit deficit neurologis yang bersifat mendadak. Penyebabnya adalah gangguan pada aliran pembuluh darah diotak. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terganggunya aliran darah diotak antara lain adalah terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah (stroke perdarahan), yang sama sama dapat menyebabkan aliran suplai darah ke otak terhenti dan muncul gejala kematian jaringan otak. 

Saat ini bukan hanya gejala kelemahan tubuh saja yang menjadi focus utama tetapi bisa saja terkena gangguan pada fungsi kognitif seperti lupa mendadak, gelap satu mata, pusing, bicara pelo/cadel mendadak, gangguan menelan, kesemutan seluruh badan mendadak, gangguan keseimbangan mendadak. Stroke dapat menyebabkan gangguan baik fisik maupun emosional seseorang.

Sementara itu, kita jga harus mengenal TIA. TIA merupakan suatu Stroke yang berlangsung sesaat dan tidak menyebabkan gejala sisa apapun. Gejala berlangsung kurang dari 24 jam sehingga fungsi otak yang terganggu dapat kembali normal. Namun TIA yang berulang dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang sewaktu waktu dapat menyebar keseluruh tubuh lewat pembuluh darah. 

Sekitar 1 dari 5 orang yang pernah mengalami TIA akan mengalami serangan stroke dalam waktu kurang lebih 3 buan. TIA harus diwaspadai sebagai kondisi kegawatdaruratan sebab tidak ada jaminan akan sembuh dan fungsi akan kembali normal. Oleh karena itulah meskipun gejala sudah menghilang tetapi etap harus dicek kembali ke RS karena tidak ada bedanya dengan penangan stroke. 

Gejala TIA sama seperti stroke, antara lain penglihatan ganda, pusing (Vertigo), kehilangan keseimbangan, kelemahan, satu sisi tubuh atau kelumpuhantangan, kaki, wajah atau seluruh tubuh, tidak lancer berbicara dan tidak mengerti perintah. Bekuan darah yang terbntuk dapat menyumbat pembuluh darah di daerah retina sehingga menimbulkan gejala gangguan di mata seperti hilangnya penglihatan sementara (amaourosis fugax). 

Tanda – Tanda Stroke 
Tanda-tanda gejala stroke yang biasanya menyerang disekujur tubuh yanda dapat dikenali, rasa lemas atau kelumpuhan pada lengan dan tungkai, gangguan baal, rasa kebas, kesemutan pada wajah, lengan, badan dan tungkai. Selain itu, Anda juga merasakan gangguan keseimbangan, seperti pusing pusing berputar atau vertigo, sulit berjalan, gangguan penglihatan (buta mendadak, gelap pada satu atau kedua mata) gangguan lapang pandangan dan sakit kepala hebat tanpa alas an yang jelas. 
Tanda-tanda stroke itu sebetulnya mudah dikenali, jadi bisa dicegah. Sehingga tidak menjadi stroke berbahaya. Beberapa orang beresiko terkena stroke antara lain, usia yang makin meningkat, terdapat riwayat stroke dalam keluarga, memiliki riwayat stroke sebelumnya, juga memiliki serangan otak sepintas atau Transcient Ischemic Attack. 
Oleh karena itu, mereka yang memiliki riwayat stroke, sumbatan pembuluh darah, diabetes dan memiliki tekanan darah tinggi harus segera diberikan pengobatan. Seperti penyakit lain pada umumnya, resiko penyakit ini juga dapat dihindari sedini mungkin dengan pola hidup sehat, olahraga teratur, hindari merokok dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi berlebih. Penggunaan obat-obatan juga tidak bisa sembarangan. Lebih baik menggunakan obat khusus melalui penanganan yang sudah terbukti paling aman dan tidak akan menimbulkan efek samping. 

Tangani Stroke Dengan Cepat 
Banyak persepsi yang salah dalam mengenal stroke, misalnya saat mengalami gejala stroke ada beberapa orang melakukan penusukan pada ujung-ujung jari menggunkan jarum dengan harapan akan mendapat kesembuhan. Namun bila hal tersebut dilakukan malah akan terjadi sebaliknya, dengan menusukkan jarum maka akan menyebabkan nyeri yang dapat memicu terjadinya kenaikan tekanan darah dan memperburuk keadaan stroke. 

Ada juga yang memberikan ramuan-ramuan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan gejala stroke. Namun ada beberapa ramuan yang dapat menyebabkan gangguan pembekuan darah yang bila diberikan pada penderita stroke perdarahan akan memperburuk keadaannya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari pemberian ramuan obat-obatan tradisional sebelum diketahui dengan pasti apakah stroke iskemik (sumbatan) atau stroke perdarahan. 

“Waktu adalah otak” itulah semboyan yang harus diingat oleh setiap orang, semakin cepat mendiagnosis dan mengobati maka tidak hanya menyelamatkan hidup tetapi dapat memulihkan keaadaan semakin cepat. Oleh karena itu semua maka sebaiknya bila muncul gejala stroke harus segera dibawa kerumah sakit terdekatuntuk mendapatkan penanganan secepat mungkin untuk dapat mencegah terjadinya keadaan yang semakin buruk. 

0 komentar:

Posting Komentar